CRINKEN.COM – Wae Rebo didirikan oleh seorang leluhur bernama Empo Maro pada abad ke-18. Empo Maro adalah seorang petualang dari Minangkabau yang menetap di wilayah ini setelah menemukan tempat tersebut sangat cocok untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari. Desa ini secara turun-temurun mempertahankan tradisi dan budaya yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Desa Wae Rebo dimana? Desa Wae Rebo terletak di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan yang cukup menantang. Perjalanan biasanya dimulai dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, menuju Denge, desa terakhir yang dapat dijangkau dengan kendaraan. Dari Denge, perjalanan dilanjutkan dengan trekking sejauh sekitar 9 kilometer melewati hutan yang lebat dan medan yang berbukit.

Rumah Adat Wae Rebo: Mbaru Niang

Mbaru Niang adalah rumah adat khas Wae Rebo yang memiliki bentuk kerucut dan terdiri dari lima tingkat. Setiap tingkat memiliki fungsi dan makna tersendiri:

  • Lutur: Tingkat pertama yang digunakan sebagai tempat tinggal keluarga.
  • Lobo: Tingkat kedua yang digunakan untuk menyimpan bahan makanan dan hasil pertanian.
  • Lentar: Tingkat ketiga yang digunakan untuk menyimpan benih dan bahan pertanian lainnya.
  • Lempa Rae: Tingkat keempat yang digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka dan alat-alat rumah tangga.
  • Hekang Kode: Tingkat kelima yang digunakan untuk tempat penyimpanan benda-benda sakral dan pusaka desa.

Mbaru Niang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Bentuk kerucut rumah ini melambangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan alam. Tingkat-tingkat dalam rumah ini juga menggambarkan struktur sosial dan kehidupan masyarakat Wae Rebo yang harmonis dan saling bergantung satu sama lain.

Keunikan Desa Wae Rebo

1. Lokasi dan Pemandangan Alam
Desa Wae Rebo terletak di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, dikelilingi oleh pegunungan dan hutan tropis yang lebat. Lokasi yang terpencil dan akses yang menantang membuat desa ini terasa sangat eksklusif dan memberikan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung. Pemandangan dari desa ini sangat menakjubkan, terutama saat awan menyelimuti desa, menciptakan pemandangan seperti negeri di atas awan.

2. Mbaru Niang: Rumah Adat Berbentuk Kerucut
Salah satu keunikan utama Desa Wae Rebo adalah rumah adatnya yang disebut Mbaru Niang. Rumah ini berbentuk kerucut dengan struktur lima tingkat yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, dan alang-alang. Bentuk dan struktur rumah ini sangat unik dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Mbaru Niang bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Wae Rebo.

3. Kehidupan Tradisional yang Masih Terjaga
Masyarakat Wae Rebo masih menjalankan kehidupan dengan cara tradisional, jauh dari pengaruh modernisasi. Mereka mengandalkan pertanian dan kerajinan tangan sebagai sumber penghidupan. Kehidupan yang sederhana dan harmonis ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dan kembali ke alam.

4. Budaya dan Tradisi yang Kaya
Desa Wae Rebo dikenal dengan budaya dan tradisi yang masih sangat kuat dan dijaga dengan baik. Berbagai upacara adat, seperti Penti, masih dilaksanakan dengan khidmat oleh masyarakat setempat. Penti adalah upacara syukuran tahunan untuk menghormati leluhur dan meminta berkah untuk tahun yang akan datang. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan dan memahami budaya lokal yang otentik.

Alasan Wisata Wae Rebo Wajib Dikunjungi

1. Pengalaman Budaya yang Autentik
Mengunjungi Desa Wae Rebo memberikan kesempatan untuk merasakan pengalaman budaya yang autentik. Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat, belajar tentang tradisi dan kehidupan sehari-hari mereka, serta ikut serta dalam berbagai kegiatan adat. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang kehidupan dan kebudayaan yang berbeda.

2. Trekking yang Menantang dan Menyenangkan
Perjalanan menuju Desa Wae Rebo memerlukan trekking sejauh sekitar 9 kilometer dari desa terakhir yang dapat dijangkau dengan kendaraan, yaitu Desa Denge. Trekking ini menawarkan tantangan tersendiri dengan medan yang berbukit dan hutan yang lebat. Namun, sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan alam yang indah dan udara segar pegunungan. Bagi pecinta alam dan petualangan, trekking ke Wae Rebo adalah pengalaman yang sangat memuaskan.

3. Keindahan Alam yang Menakjubkan
Lokasi Desa Wae Rebo yang berada di pegunungan membuatnya dikelilingi oleh pemandangan alam yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati pemandangan hutan tropis yang lebat, pegunungan yang megah, dan hamparan awan yang sering menyelimuti desa. Keindahan alam ini menciptakan suasana yang tenang dan damai, cocok untuk melepas penat dan menikmati ketenangan alam.

4. Mbaru Niang: Arsitektur Unik dan Bersejarah
Mbaru Niang adalah salah satu daya tarik utama Desa Wae Rebo. Rumah adat berbentuk kerucut ini memiliki arsitektur yang unik dan sarat dengan nilai sejarah dan budaya. Wisatawan dapat mempelajari tentang proses pembangunan rumah ini, bahan-bahan yang digunakan, serta makna filosofis di balik setiap tingkat dalam rumah ini. Mengunjungi dan melihat langsung Mbaru Niang memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan dan budaya masyarakat Wae Rebo.

5. Peluang Fotografi yang Luar Biasa
Desa Wae Rebo menawarkan banyak peluang fotografi yang luar biasa. Dari pemandangan alam yang indah hingga keunikan arsitektur Mbaru Niang, setiap sudut desa ini layak untuk diabadikan. Wisatawan yang memiliki hobi fotografi pasti akan merasa puas dengan berbagai momen dan pemandangan yang dapat mereka tangkap di Wae Rebo.

6. Kearifan Lokal dan Keramahan Penduduk
Masyarakat Wae Rebo dikenal sangat ramah dan terbuka terhadap wisatawan. Wisatawan akan disambut dengan hangat dan dapat merasakan kearifan lokal serta keramahan penduduk setempat. Interaksi dengan penduduk memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mendalam tentang kehidupan di desa adat ini.

7. Konservasi Budaya dan Alam
Mengunjungi Desa Wae Rebo juga berarti turut serta dalam upaya konservasi budaya dan alam. Dengan berkunjung, wisatawan dapat memberikan dukungan ekonomi bagi masyarakat setempat yang membantu mereka dalam menjaga dan melestarikan budaya serta lingkungan desa. Wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan akan memastikan bahwa keindahan dan keunikan Wae Rebo tetap terjaga untuk generasi mendatang.