CRINKEN.COM – Tepung terigu adalah bahan dasar yang sering digunakan dalam berbagai resep makanan, terutama dalam pembuatan roti, kue, dan pasta. Tapi tahukah Anda, apa itu tepung terigu? Tepung terigu terbuat dari apa? Tak perlu berlama-lama, yuk simak artikel berikut.

Apa itu Tepung Terigu?

Tepung terigu dibuat dari biji gandum, sebuah tanaman yang telah dibudidayakan sejak ribuan tahun yang lalu. Gandum adalah salah satu sumber karbohidrat utama di banyak budaya dan telah menjadi bagian penting dari diet manusia. Gandum yang digunakan untuk membuat tepung terigu umumnya berasal dari dua spesies utama: Triticum aestivum (gandum biasa) dan Triticum durum (gandum durum).

Ada berbagai jenis gandum yang digunakan untuk membuat tepung terigu, yang masing-masing memiliki karakteristik unik:

Gandum Lunak (Soft Wheat): Gandum ini memiliki kandungan protein yang lebih rendah dan biasanya digunakan untuk membuat kue, biskuit, dan pastry karena menghasilkan tepung yang lebih halus dan lembut.

Gandum Keras (Hard Wheat): Gandum ini memiliki kandungan protein yang lebih tinggi, menghasilkan gluten yang lebih banyak, dan biasanya digunakan untuk membuat roti dan pasta.

Gandum Durum: Jenis gandum ini memiliki kandungan protein yang sangat tinggi dan digunakan khusus untuk membuat pasta karena menghasilkan adonan yang kenyal dan tahan lama.

Kandungan Nutrisi dalam Tepung Terigu

Tepung terigu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Berikut adalah beberapa kandungan nutrisi utama dalam tepung terigu:

  • Karbohidrat: Sumber energi utama bagi tubuh. Tepung terigu terbuat dari gandum mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap.
  • Protein: Tepung terigu mengandung protein gluten, yang memberikan struktur dan elastisitas pada roti dan produk panggang lainnya.
  • Serat: Terutama terdapat pada tepung gandum utuh, serat membantu dalam pencernaan dan mencegah sembelit.
  • Vitamin dan Mineral: Tepung terigu terbuat dari gandum juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin B, zat besi, magnesium, dan fosfor.

Proses Pembuatan Tepung Terigu

Tepung terigu terbuat dari beberapa tahap yang kompleks, mulai dari pemanenan gandum hingga penggilingan menjadi tepung. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam proses tersebut:

Pemanenan Gandum
Gandum dipanen ketika biji-bijian telah matang dan kadar airnya cukup rendah. Setelah dipanen, gandum harus segera dikeringkan untuk mencegah pembusukan.

Pembersihan
Gandum yang telah dipanen harus dibersihkan dari kotoran, batu, dan benda asing lainnya. Proses ini melibatkan berbagai mesin pembersih yang menggunakan udara, saringan, dan magnet untuk menghilangkan kontaminan.

Pengkondisian
Gandum yang bersih kemudian melalui proses pengkondisian, di mana biji gandum dibasahi dengan air untuk mencapai kelembaban yang tepat. Proses ini membantu mempersiapkan biji gandum untuk penggilingan dengan melunakkan bagian luarnya (bran).

Penggilingan
Gandum yang telah dikondisikan kemudian digiling menggunakan roller mills, mesin yang terdiri dari dua rol besar yang berputar dalam arah berlawanan. Biji gandum dihancurkan dan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Proses ini biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, dengan setiap tahap menghasilkan tepung yang semakin halus.

Pengayakan
Tepung yang dihasilkan dari proses penggilingan kemudian diayak untuk memisahkan partikel-partikel halus dari partikel kasar. Proses ini menghasilkan berbagai jenis tepung dengan tekstur yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan.

Pengemasan
Setelah diayak, tepung terigu siap untuk dikemas. Tepung dikemas dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil untuk rumah tangga hingga kemasan besar untuk industri makanan.

Manfaat Tepung Terigu untuk Kesehatan

Sebagai bahan dasar untuk beberapa makanan, tepung terigu terbuat dari gandum memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan utama dari tepung terigu:

1. Mendukung Kesehatan Jantung
Serat dalam tepung terigu dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dengan mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan mengeluarkannya dari tubuh. Ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, tepung terigu juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi jantung dari kerusakan oksidatif.

2. Mengatur Kadar Gula Darah
Tepung terigu, terutama tepung gandum utuh, memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan tepung putih. Ini berarti tepung gandum utuh menyebabkan peningkatan gula darah yang lebih lambat dan stabil, yang dapat membantu mengatur kadar gula darah dan mengurangi risiko diabetes tipe 2.

3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Serat dalam tepung terigu memberikan rasa kenyang lebih lama, yang dapat membantu mengurangi asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan. Selain itu, karbohidrat kompleks dalam tepung terigu dicerna lebih lambat, sehingga memberikan energi yang tahan lama dan mengurangi keinginan untuk makan camilan yang tidak sehat.

4. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Serat pangan dalam tepung terigu sangat penting untuk kesehatan pencernaan. Serat membantu meningkatkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan memelihara keseimbangan bakteri baik dalam usus. Ini dapat mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti divertikulosis dan sindrom iritasi usus besar.