CRINKEN.COM – Lapchiong telah ada sejak zaman kuno dan ditemukan sekitar abad ke-5 Masehi pada masa Dinasti Utara dan Selatan di Tiongkok. Sosis ini awalnya dibuat sebagai metode pengawetan daging, menggunakan teknik pengeringan yang memungkinkan daging tetap awet dalam jangka waktu lama.

Kini, lapchiong diproduksi dan dikonsumsi di berbagai negara, termasuk Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Apa itu lapchiong? Sebenarnya lapchiong terbuat dari apa? Berikut penjelasannya.

Apa itu Lapchiong?

Lap cheong atau lapchiong adalah sosis kering khas Tionghoa yang terkenal karena cita rasanya yang manis, asin, dan aroma bumbu yang khas. Sosis ini sering digunakan dalam berbagai hidangan dan menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Tionghoa.

Lapchiong Terbuat Dari Apa?

Lapchiong biasanya dibuat dari daging babi dan lemak babi, namun ada berbagai variasi yang menggunakan bahan dasar berbeda, seperti:

Yun Chang: Menggunakan hati bebek.
Xiang Chang: Menggunakan daging babi cincang dan lemak babi.
Nuomi Chang: Menggunakan beras ketan.
Xue Chang: Menggunakan darah babi.
Bairouxue Chang: Menggabungkan daging babi cincang dan darah babi.

Selain sosis lapchiong babi, beberapa lapchiong juga menggunakan ikan atau bahan lainnya tergantung pada daerah dan tradisi lokal.

Kandungan Nutrisi Lapchiong

  • Kalori Lapchiong: Satu porsi (sekitar 50 gram) lapchiong mengandung sekitar 186 kalori. Kalori ini sebagian besar berasal dari lemak dan protein yang tinggi.
  • Protein: Protein adalah komponen utama dalam sosis lapchiong, dengan kandungan sekitar 7-8 gram per porsi. Protein ini penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
  • Lemak: Lapchiong memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, mencapai sekitar 14-16 gram per porsi. Lemak dalam lapchiong kebanyakan berasal dari lemak babi yang digunakan sebagai bahan dasar.
  • Karbohidrat: Kandungan karbohidrat dalam lapchiong relatif rendah, berkisar antara 3-4 gram per porsi. Sebagian besar karbohidrat ini berasal dari gula yang ditambahkan untuk memberikan rasa manis khas pada sosis ini.
  • Garam (Sodium): Lapchiong mengandung sodium yang cukup tinggi, yaitu sekitar 600-700 mg per porsi. Tingginya kandungan sodium ini berasal dari proses pengawetan dan bumbu yang digunakan.
  • Vitamin dan Mineral: Selain itu, lapchiong juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, meskipun dalam jumlah kecil. Beberapa vitamin yang ditemukan dalam lapchiong termasuk vitamin B, terutama niacin (B3) dan thiamin (B1). Mineral yang umumnya terkandung adalah besi, yang penting untuk pembentukan sel darah merah.

Manfaat Sosis Lapchiong

1. Sumber Energi
Lapchiong mengandung kalori yang tinggi, yang membuatnya menjadi sumber energi yang baik. Setiap 50 gram lapchiong mengandung sekitar 186 kalori. Energi yang dihasilkan dari kalori ini sangat penting untuk mendukung aktivitas sehari-hari, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi seperti atlet atau pekerja berat.

2. Kandungan Protein
Protein adalah salah satu komponen utama dalam lapchiong, dengan kandungan sekitar 7-8 gram per porsi. Protein sangat penting untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Konsumsi protein yang cukup juga membantu dalam pembentukan otot, sehingga lapchiong dapat menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menambah massa otot.

3. Lemak Sehat
Meskipun lapchiong mengandung lemak yang cukup tinggi, lemak ini terdiri dari lemak jenuh dan lemak tak jenuh. Lemak dalam jumlah yang cukup diperlukan oleh tubuh untuk fungsi-fungsi penting seperti penyerapan vitamin, produksi hormon, dan sebagai cadangan energi. Namun, penting untuk mengonsumsi lapchiong dalam jumlah yang moderat agar tidak berlebihan dalam asupan lemak.

4. Sumber Zat Besi
Lapchiong mengandung zat besi, yang sangat penting untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi membantu dalam transportasi oksigen ke seluruh tubuh, yang sangat penting untuk fungsi-fungsi tubuh yang optimal. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan kelelahan dan kelemahan.

5. Vitamin B Kompleks
Lapchiong juga mengandung beberapa vitamin B kompleks, seperti niacin (B3) dan thiamin (B1). Vitamin B kompleks sangat penting untuk metabolisme energi, fungsi sistem saraf, dan kesehatan kulit. Thiamin, misalnya, membantu dalam konversi karbohidrat menjadi energi, sedangkan niacin berperan dalam kesehatan kulit dan pencernaan.

6. Rasa yang Lezat dan Meningkatkan Nafsu Makan
Lapchiong memiliki rasa yang manis dan gurih yang khas, yang dapat meningkatkan nafsu makan. Rasa yang enak ini dapat membantu orang yang mengalami kesulitan makan atau memiliki nafsu makan rendah untuk menikmati makanan mereka. Ini sangat penting bagi mereka yang sedang dalam pemulihan dari penyakit atau bagi anak-anak yang cenderung pilih-pilih makanan.

7. Sifat Pengawet Alami
Lapchiong adalah sosis yang dikeringkan, yang berarti ia memiliki umur simpan yang panjang tanpa perlu tambahan bahan pengawet buatan. Pengawetan alami ini menggunakan garam dan gula, yang keduanya berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Ini membuat lapchiong menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan dengan makanan olahan lainnya yang menggunakan bahan pengawet kimia.

8. Sumber Lemak Esensial
Lemak yang terkandung dalam lapchiong juga menyediakan asam lemak esensial yang penting untuk fungsi otak dan pengaturan inflamasi dalam tubuh. Asam lemak ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan. Konsumsi lapchiong dalam jumlah yang moderat dapat membantu memenuhi kebutuhan asam lemak esensial ini.